TV di Saat Sahur (Why TV Sucks)


Ghani Kunto

Gak ada lagi deh nonton TV saat sahur.

Biasanya nonton Para Pencari Tuhan tapi sekarang sudah tidak lucu lagi. Yang ada malah pesan-pesan yang tidak saya setujui. Sexisme dibalut alasan agama. Mulai dari Azam (salah satu laki-laki karakter utama) ber-soliloquy, “perempuan selalu sibuk dengan perasaannya sendiri, makanya gak bisa jadi imam,” hingga istrinya yang menjelaskan bahwa wanita itu lemah. Ini bukan representasi Islam yang ada di hatiku. Ini propaganda hirarki sosial paternal yang berkedok agama. Saya tidak sudi istri dan anak perempuan saya diperlakukan sebagai manusia lemah yang dirajai emosi. Tidak peduli laki-laki atau perempuan, kalau semua orang disekitar kita setiap hari secara aktif mengatakan kita lemah dan bodoh, mau gak mau fisik dan mental kita akan terpengaruhi.

Belum lagi semua iklan untuk produk kecantikan dan kesehatan. Semuanya menampilkan perempuan yang khawatir dengan kulit yang kusam, rambut yang kusut, ketiak yang berwarna gelap, dan komedo yang hanya terlihat di bawah…

Lihat pos aslinya 357 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s