Belajar Strategi Branding dari Nokia dan BlackBerry


Ghani Kunto

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menulis prediksi tentang sisa umur Nokia dan BlackBerry di Indonesia. Sebenarnya banyak sekali pelajaran strategi branding yang bisa kita dapatkan dari merek-merek seperti mereka.  Pada dasarnya saat kita bicara branding (untuk produk apapun) pilihan jatuh ke dua hal: mau jadi brand standard atau mau jadi brand yang berbeda?

Kalau pilihan untuk menjadi brand standard terlihat menggoda, pikirkan lagi apa benar brand anda mampu bermain di situ.  Merek standard = merek sejuta umat = produk murah.  Benar anda mau main di harga?  Kalau anda produsen dari China/India, bisa saja.  Mulai dari bawang putih sampai batik sampai ke gadget sampai ke mobil, mereka jagoannya bikin barang murah.  Apakah barang mereka murahan?  Untuk sementara iya.  Murah = NYATA. Murahan = PERSEPSI.

Dan, saya tidak mengatakan anda tidak akan mungkin bisa menang di pertarungan untuk menjadi produk standard.  Samsung sepertinya akan berhasil untuk menjadi smartphone standard di…

Lihat pos aslinya 88 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s