Gathotkoco Mabur

Melihat judul diatas agaknya aneh karena jarang sekali angkringan di temukan di negri pasundan itu. Akan tetapi itulah temuan penulis, angkringan ini berlokasi di depan Yonif 315/Garuda. Angkringan ini menyediakan menu-menu khas angkringan seperti nasi kucing (sego kucing), gorengan, tempe-tahu bacem, kepala dan sayap ayam, dan “sundhua’an” alias sate  ati/ampela ama usus.

Yang unik dari angkringan ini adalah “oroginalitas”, angkringan ini penjualnya asli orang Jogja (ada beberapa rumah makan jawa yang mengatasnamakan suatu daerah tapi penjual atau pemiliknya bukan asli daerah tersebut). Selain itu suasana Jogja terasa sekali disini yaitu bahan bakar untuk memanaskan air,dll menggunakan arang sehingga pembeli benar2 merasakan angkringan yang serasa di Jogja atau Solo.

Kekurangan angkringan ini adalah masih sepi (pembeli masih didominasi oleh tentara-tentara sekitar Yonif), menu kurang variatif (tak sebanyak di daerah aslinya, dan tentunya lebih mahal daripada di daerah aslinya (Jogja – red).

Lihat pos aslinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s