Noor Aflah

Meyakini Kebenaran, Selama Tidak Melanggar Aturan

Saya punya teman ngaji yang kebetulan muallaf. Tapi muallaf kawakan, karena masuk Islamnya sudah 17 tahun yang lalu. Merasa ingin mendalami Islam secara serius, ia berguru ke banyak kyai dan ustadz. Ada yang didatangi ke rumah atau ke majlis pengajiannya tapi ada juga yang didatangkan ke rumahnya. Nah, kebetulan karena saya bukan ustadz apalagi kyai, maka ia meminta saya datang ke rumahnya.

Tak ada rasa jenuh apalagi malas setiap kali bertemu dengannya. Padahal sepekan tiga kali dan sudah berlangsung 4,5 tahun. Yang ada justru saya semakin semangat. Karena dia juga tambah serius dalam mendalami ilmu-ilmu agama dengan saya. Huruf arab yang tadinya tidak kenal sama sekali, kini sudah lancar membaca kitab suci Alquran, bahkan sudah khatam dan kini diulangi lagi bacaannya.

Sekarang sudah sampai pada pemahan isi Alquran. Satu atau dua maqra’ (tempat berhenti yang ditandai dengan ain), berhenti membacanya, dan ia minta dijelaskan…

Lihat pos aslinya 409 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s